Rabu, 04 Juli 2012

Ayah, Mama ku kemana?
(kisah dari 2 orang anak yang mengharukan)


Kenalkan nama ku adalah Haikal(samaran), aku anak pertama dari dua bersaudara, adikku bernama juan(samaran) perbedaan usia kami 3 tahun, sejak aku lahir aku tinggal bersama mama dan nenekku tercinta, aku tumbuh besar bersama adikku ketika itu usiaku telah menginjak 5 tahun, sejak lahir aku belum pernah sekali pun melihat sosok ayahku seperti apa wajahnya, terkadang aku iri kepada teman-teman ku ketika mereka berada didekapan ayahnya, aku sering bertanya kepada mama “ mama, ayah dimana si, ko ga pulang-pulang aku kan mau lihat ayah?” namun mama selalu menjawab “ ayah lagi kerja ditempat yang jauh, kamu berdoa aja semoga ayah cepet pulang ya sayang “ aku hanya diam dan dengan polos aku melanjutkan bermain bersama adikku.
Hari demi hari ku lewati bersama juan dan mama tanpa seorang ayah, memang berbeda rasanya seperti ada yang kurang, namun ku tetap bersabar dan percaya suatu saat ayah pasti pulang..

Setahun berlalu usiaku 6 tahun dan adikku 3 tahun saat itu adikku mulai bisa berjalan dan berbicara walaupun ucapan nya masih kurang jelas, sama seperti anak lainnya adikku sering sekali menangis dan sangat manja ia butuh perhatian lebih dari orang tua terutama mama, namun entah kenapa saat-saat itu terjadi, hal yang sangat kami berdua tidak inginkan, kala itu mama tiba-tiba pergi meninggalkan kami dan nenek bertiga tanpa sepengetahuan kami, aku dan adikku menangis semalaman karena menganggap mama hilang karena mama ga pulang dari pagi, aku menangis sembil menyebut-nyebut nama mama aku berteriak namun hanya sia-sia. Sehari,seminggu,sebulan,tiga bulan berlalu aku masih belum melihat mama,

aku pun selalu bertanya kepada nenek “ mama dimana si nek.” tidak beda dengan peerkataan mama saat ku menanyakan keberadaan ayah, nenek pun selalu menjawab “ mama lagi ke kampung jauh nginap lama, kamu berdoa saja semoga mama sehat dan cepet pulang ya sayang”

setiap malam aku selalu memikirkan sosok mamaku yang kusayangi, mama,... aku dan juan kangen mama, mama kemana....?ko mama lama sekali kekampungnya.....? Kenapa mama ga pulang-pulang...., mama pulang..., haikal kangen mama, haikal sayang mama, juan nangis terus ma... kasian nenek. ku slalu berdoa agar mama pulang kerumah.

Hari berganti tahun saat itu perayaan hari raya Idul Fitri tinggal menghitung hari, aku bertanya lagi kepada nenek tentang keberadaan mama namun nenek bilang “ ia, kamu berdoa saja sama Allah ya nak semoga pas lebaran kita ketemu mama,..”

sungguh saat itu walau aku masih anak-anak namun hati ini tetap merasa hidup ini tidak adil, seorang anak kecil ditinggal mama dan ayah,. Aku selalu menangis ketika melihat foto kami bertiga, yang ku simpan selalu di bawah bantal.

akhirnya lebaran pun tiba, banyak kue-kue yang lezat di atas meja, teman-temanku memakai baju baru dan mereka pergi bersama mama, ayahnya bersalam-salaman, namun berbeda dengan aku, aku hanya hanya mengenakan baju lama, karena aku tidak mau baju selain pemberian mama, aku duduk dan melamunkan mama dan ayahku, aku menunggu apakah doaku akan terkabul?berharap mama akan pulang hari ini namun hingga siang pun mama belum juga datang. Aku sangat sedih dihari itu. Walaupun banyak orang-orang datang kerumah dan memberiku uang banyak. Aku tetap ingin mama dan ayah yang datang dan memberiku hadiah saat lebaran tersebut. Namun kenyataan nya hanyalah sia-sia..

Beberapa tahun berlalu Aku kini telah beranjak besar dan bersekolah kelas 5 SD

Aku kembali teringat sosok mama ketika aku mendapat hukuman oleh ibu guru karena mencontek saat ulangan dan nilai-nilaiku sangat kurang aku diwajibkan memanggil orang tuaku untuk menghadap ke ibu guru.

Ketika aku selesai solat isya aku memikirkan mama, mama kemana? kenapa mama ga pulang-pulang ??...., mama aku butuh mama, aku dihukum ma...., mama belain aku., mama sayang aku dan juan kan?
Tapi kenapa mama pergi?... sambil menangis ku membayangkan sosok mama yang sangat menyayangi kami,

Aku memikirkan Ayah ku sosok yang sangat ku rindukan aku memikirkan seperti apa wajah ayah, aku ingin sekali melihat ayah, dipeluk, di belikan mainan seperti anak yang lain, “ ayah aku sayang ayah, ayah pulang kami sendiri disini, ya Allah ayah ku dimana, ya Allah aku ingin sekeli melihat ayahku ya Allah, ya Allah kenapa mama dan ayahku pergi ?...apa mereka ga sayang haikal dan juan? Ya Allah kembalikan ayah dan mama seperti dulu lagi ya Allah haikal dan juan kangen mama,ayah. Haikal dan juan.

Dan saat aku berumur 14 tahun saat itu aku SMP kelas 2 semuanya mulai terungkap, mungkin bagi mereka saat itu aku masih kanak-kanak sehinggga aku percaya apa yang dikatakan mama dan nenek, namun ternyata semua itu berbeda, kini aku telah beranjak remaja hatiku mulai peka dengan keadaan sekitarku , aku mulai mengetahui kemana sebenarnya mama dan ayah selama ini, aku mendapat kabar bahwa mama sebenarnya pergi karena membawa uang milik nenek sebesar 8 juta, padahal katanya mama mendapat uang dari ayah sebesar 5 juta perbulan. Dan kabarnya ternyata aku hanyalah anak hasil diluar nikah dari mama ayahku, ayahku demi menjaga rahasia ia pergi ke makasar tempat tingggalnya dan menikah dengan orang lain namun ayah tetap menafkahi mama, dan aku mendapat kabar bahwa mama ternyata hanya menjadi bahan pengeretan pacarnya yang beda agama dan kini mama berpindah agama, dan setelah ayah mengetahui kabar mama pindah agama, akhirnya ayah dan mama bercerai saat aku berumur 12 tahun yang lalu. Betapa perihnya aku mendapat kabar seburuk itu, seperti di cabik-cabik rasanya hati ini. Ingin sekali aku pergi selama-lamanya dari masalah ini aku tidak kuat melihaat kenyataan ini.

“ Mengapa nenek tidak memberitahu semuanya kepadaku, mengapa? ?? mengapa semua ini terjadi kepadaku, berhari-hari ku memikirkan kabar itu, aku masih tidak percaya dengan hidup yang ku jalani ini, mama ayah, pulang..... dan jelaskan bahwa semua itu tidak benar....,” mama ayah.. berkali-kali menyebut nama mama ayah sambil menangis, hinggga akhirnya aku tertidur, kursakan suasana sangat terang, aku melihat juan sedang berdiri bersama nenek, mama dan seorang pria yang tidak ku kenal melambaikan tangan memanggilku “sini Haikal... ini ayah nak....”, ternyata itu adalah ayah, seketika ku berlari menghampirinya dan memeluk erat sambil menangis ku berkata “ayah,.... ayah aku kangen ayah... kenapa ayah tidak pernah pulang, haikal kangen ayah,... haikal sayang ayah, ayah sayang haikal kan??...ayah jangan pergi lagi.., dan mama memelukku, dan akupun memeluk nya, mama haikal kangen mama, ... ”,mama kemana saja mah... mama gak boleh pergi lagi ya. Janji!!, akhirnya setelah sekian lama kami bertemu, terima kasih ya Allah, engkau telah menjawab doa kami , ,..

perasaan ku sangat bahagia, setelah 14 tahun berpisah, akhirnya kami bertemu,
tak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata, senang,terharu,suka menjadi satu,
sekarang aku tidak iri lagi dengan teman-teman karena aku juga memiliki keluarga yang lengkap,.
Menyambut kedatangan ayah dan mama kami berkumpul disuatu taman yang sangat indah terdapat pohon-pohon buah dan sungai yang mengalir kami bersuka-ria disana,kami bermain, berlari-lari dengan juan adikku tercinta, aku pun mendorong juan ke sungai yang dangkal tersebut, , dan tiba-tiba aku pun diangkat ayah dan diceburkam kesungai bersama juan saat aku tercebur sentak!! aku terbangun,, ternyata aku terjatuh dari sofa,.. aku berlari mencari nenek, menanyakan kepada nenek, “ayah mama kemana nek?”dan nenek pun menjawab “kamu kenapa sayang, kamu mimpi ya, tadi nenek mau bangunin kamu tapi nenek ga tega cuci muka dulu sana,.” hah ternyata cuma mimpi, aku pun bercerita semuanya tentang mimpi indah tadi kepada nenek,...

Aku bersyukur karena aku bisa melihat sosok mama kembali dan ayah walaupun samar-samar hanya dalam mimpi,

Kini nenek yang selalu mendukungku disaat aku sedih, dan aku selalu bercerita semua yang aku rasakan kepada nenek.

Terimakasih nenek karena kau telah merawat ku hingga sekarang, kau adalah nenek terbaik yang ku miliki jangan pergi seperti mama dan ayah, aku sayang nenek ...

Dan adikku , kami sering merenung berdua tentang hal ini, namun kita hanya bisa berharap Allah menjawab doa kita. Terkadang kulihat adikku menangis sesaat selesai ibadah, mungkin ia merasakan sama seperti yang aku rasakan.

Dan aku selalu mengingat saat-saat bahagia bersama mama , saat mama memelukku dengan penuh kasih sayang,aku selalu ingat saat mama memarahiku karena aku bermain dijalan, aku selalu ingat saat mama membeli es krim dan kita makan bersama-sama dan keesokan harinya aku demam,aku selalu ingat saat mama mengkompres kepalaku saat aku sakit dan menjagaku semalaman,aku selalu ingat saat kita liburan ke Ancol bersama nenek dan juan, bahagianya bersama mama”

Hingga kini aku masih belum tau keberadaan mama dan ayah...,
Aku menulis cerita ini sesuai dengan kenyataan yang ada, aku hanya bisa berdoa
Semoga Ayah dan mama membaca cerita ini:
“ Ayah, Mama seberapa buruknya aku membutuhkan kasih sayang kalian, walaupun aku anak haram aku tidak akan menuntut kalian untuk menghalalkan aku. Seburuk apapun kalian adalah orang tuaku,aku tidak pernah malu memiliki orang tua seperti kalian, ayah mama, aku dan juan sayang ayah dan mama jangan tinggalin kami semua, aku hanya ingin kita BERKUMPUL bersama walaupun hanya 1 jam, aku kangen kalian, aku ingin memeluk mama dan ayah cuma itu yang haikal mau, sekarang haikal udah kuliah mah,ayah, haikal bakal berjuang sampai haikal mati haikal bakal terus mencari mama dan ayah.dan haikal janji! Haikal akan berusaha membuat kalian bangga memiliki anak seperti aku dan juan.”

Haikal dan juan sayang Mama dan Ayah selalu.

Inilah sepenggal kisah hidup yang kujalani, mungkin aku tak seberuntung kalian yang bisa merasakan kasih sayang orang tua, maka sayangilah mama ayahmu yang selalu disisimu dan selalu menjagamu dan buatlah mereka bangga karena hanya kalian harapan mereka.

Selesai

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerita di Atas..
Terima Kasih Terlah membaca ;')
seberat apapun masalahmu, masih ada orang lain yang yang memiliki masalah lebih berat darimu..


tukang sapu : ifal putra



penulis :       abdul rozak dan frederik hambali.

5 komentar:

  1. Ceritanya sama banget sama kehidupan ane, sampe perih juga hati baca ini postingan. Jadi keinget masa lalu, walaupun masih sama sampe sekarang.. Semangat bro, walaupun ente hidup dngan nenek ente.. :”)

    BalasHapus
  2. barokallohufikum....niat baik kalian membuat bangga ke dua orang tua akan di tulis oleh alloh sebagai pembaktian kalian yg sempurna untuk ke dua orang tua...

    BalasHapus
  3. Tetap tabah dan berjuang sekuat tenaga walaupun pahit dari kenyataan, di sisi lain allah menjaga mu, sepenggal cerita ini menggambar kan arti hidup perjuangan, bagus untuk di jadi kan motivasi hidup ... inilah hidup apapun yang terjadi bersukur lah ...

    BalasHapus
  4. Wah hampir sama dengan hidupku,hanya aku ayah mnghadap allah untuk slama2nya n ibu mngirim aku tnggal brsama paman,hidupku tidak kalah dengan babu,tp skrng krna doa dan prtolongan allah aku bisa sukses n ibuku kupanggil tnggal brsamaku

    BalasHapus